22 Jun 2010

Miskinkah Bangsa ini???

Ini pertanyaan yang sederhana tapi memerlukan jawaban yang tidak sesederhana yang kita bayangkan. Di Koran-koran ataupun televise selalu kita dapati banyak kondisi sekolah-sekolah yang sudah reot dan akan ambruk belum juga diperbaiki karena belum adanya dana dari pemda setempat. Berapa kali penggusuran terjadi di kawasan kumuh atau di lahan2 yang di sengketakan yang tak sedikit menguras harta benda air mata mereka. Pemerintah begitu tegas jika berhadapan dengan rakyat kecil, main gusur seenaknya tetapi begitu lemah lembut terhadap para koruptor yang jelas-jelas merugikan bangsa, memang sebuah ironi yang tak pernah terjawab….


Bulan haji yang membuat kita tersenyum…

Bila bulan haji tiba sebagai ummat islam kita bisa tersenyum sejenak melihat antusias ummat , ribuan ummat islam dinegara ini akan berduyun-duyun berangkat ke kota suci, dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat bahkan kuota yang diberikan selalu kurang dan kurang terus. Dari sekian banyak jamaah, tak sedikit yang melaksanakan ibadah haji untuk yang kedua kali atau ketiga kali bahkan lebih Padahal biaya untuk melaksanakan ibadah haji tersebut tidak lah sedikit yakni sekitar 25 jutaan. Coba pikir sejenak, miskinkah bangsa ini? Coba andaikan saja orang cukup sekali naik haji dan dana untuk naik haji yang kedua kali di infak kan….bayangin 25 JUTA….cukup tuk perbaikin 1 kelas yg rusak….

Joy, Kaukah idolaku??

Salah satu acara TV yang sekarang lagi ngetop adalah Indonesian idol yang ditayangkan di RCTI, untuk memilih idola Indonesia. Padahal dah sepantasnya kita mejadikan rasul sabagai idola kita atau sebagai uswatun hasanah. Ntah produk dari mana acara tersebut yang pasti sudah banyak menyedot perhatian pemirsa yang notabene merupakan ummat islam juga. Dari acara tersebut diketahui bahwa sekitar 4 jutaan lebih polling yang masuk untuk menentukan sang idola, padahal untuk 1 polling saja kita harus ber “infak” Rp 2000,00 jadi untuk 4 juta suara terkumpul dana sebesar Rp 8 000 000 000, 00 atau 8 milyar, dana yang lumayan sangat besar.. bayangin jika dana ini dipakai untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, anak-anak sekolah sangat butuh dana tersebut tp kenapa kita enggan….!!! Coba anda berpikir pernahkah kita berinfak lebih dari Rp 2000 di setiap ada pengajian, di setiap sholat jum’at, disetiap ada pengemis yang dating, di setiap pengamen yang ada?? Sekali lagi miskinkah bangsa ini??

Gas, minyak, alam yg subur …..haruskah kita mengkhianati mereka

4JJI begitu sayang terhadap ummat islam di Indonesia, dikarunia minyak yang melimpah, gas yang meruah, alam nan subur, tambang2 yang berserakan, tak salah jika negara kita pernah dijajah bangsa lain karena ingin memiliki ini semua. Siapa sih yang tidak tahu Pertamina, pengusaha tunggal di perminyakan dan juga ladang terasubur buat tikus2 negara ., siapa sih yang tdk tahu Freeport dan newmont yang dengan nafsunya mengambil kekayaan bangsa ini, siapa sih yang tak kenal hasil bumi kita namun sekali lagi karena manusia2 yang tidak amanah membuat kita menjadi deretan negara-negara miskin dengan utang trilyunan. Jadi sesungguhnya benarkah kita ini miskin??


Cambuk….

Berikut beberapa cerita manusia yang bersedia berbuat tuk sesama dan semoga saja bisa menjadi cambuk kehidupan.

Konosuke Matushita, pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia group Matsushita, disamping dirinya adalah seorang entrepreneur dan pendidik ternyata ia juga seorang filsuf yang sangat populer. Ia telah menuils sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Diakhir hayatnya, ia menyumbang 291 juta USD dari saku dan 99 juta USD dr kas perusahaannya untuk kepentingan kemanusiaan.

Onno W S Purbo, seorang pakar komputer di negara kita tercinta tidak kalah dengan orang- orang terkenal tadi. Beliau telah menyumbangkan keahliannya di bidang komputer/internet untuk dapat dimanfaatkan banyak orang secara cuma-cuma.

Apakah anda tahu siapa Golagong itu ? Seorang seniman yang buntung lengannya, tapi beliau telah mempelopori berdirinya “ Rumah Dunia “, suatu rumah persinggahan yang bertujuan untuk memberi pendidikan secara Cuma-Cuma pada anak-anak yang tidak mampu. Beliau mempunyai tekad yang kuat untuk mengumpulkan volunteer( sukarelawan) untuk membina di yayasan tersebut.


Summary

Ternyata kalau dilihat lebih dalam, yang miskin bukan bangsa ini tetapi hati kita yang miskin;
miskin akan kasih sayang sesama
miskin akan amanah
miskin akan rasa tanggung jawab
miskin akan rasa adil

alangkah indahnya negeri ini jika ;
dipimpin oleh pemimpin yang adil
orang kayanya yang pemurah
orang miskinnya pada bersabar

Cobalah kita tuk merenung sejenak, ambil sebuah pena dan tulislah apa-apa yang bisa anda lakukan untuk orang lain dan lakukan yang anda tulis di esok harinya…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GUBERNUR DKI JAKARTA SEKARANG