4 Mei 2016

Abraham Lunggana, H. SH




Tempat dan Tanggal Lahir:Jakarta, 24-07-1959
Pendidikan Terakhir:S1
Pekerjaan Terakhir:Politisi, anggota DPRD
Alamat:-

Deskripsi

Sebut saja nama Haji Lulung, seantero Tanah Abang, Jakarta Pusat, tahu siapa tokoh ini. Kalau ada yang mengklaim dirinya sebaga tokoh Tanah Abang, tetapi tidak mengenal siapa Haji Lulung, niscaya yang mengklaim diri sebagai tokoh Tanah Abang itu hanya asbun alias asal bunyi saja.
Hanya Lulung tidak hanya sekedar tokoh yang amat dikenal di Tanah Abang. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini adalah Ketua DPW PPP DKI Jakarta.
Tentang nama Lulung yang lebih popular dari nama asli pemberian orangtuanya, ada ceritanya. Di dalam buku Tenabang Kate Anak Tenabang yang disusun oleh Ahmad Mathar Kamal dan Faiz Sungkar disebutkan bahwa bapaknya, Ibrahim Tjilang, saat itu mengidolakan Abraham Lincoln sehingga nama Abraham dijadikan nama putra ketujuhnya dari sebelas anak-anaknya.
Sejak kecil, ia sudah menghadapi pahitnya kehidupan karena pada tahun 1975, sat ia berusia 16 tahun atau masih sekolah SMP, ia ditinggal wafat bapaknya yang karena seorang tentara berpangkat Peltu, bapaknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Bapaknya adalah tentara BKR/TNI yang hidupnya sederhana sehingga ketika wafat, tidak meninggalkan banyak harta. Hal ini membuatnya harus membantu ibunya mencari nafkah untnk menghidupi delapan saudaranya yang masih ada dari sebelas saudaranya. Ibunya yang menjadi single parent hanya ibu rumah tangga yang masih memiliki keturunan dari KH. Abdullah Syafiie, pendiri Perguruan Islam Asy-Syafiiyyah.
Ia membantu mencari nafkah untuk ibu dan saudara-saudaranya dengan mengumpulkan sampah pasar, berupa plastik, karung, kardus dan per untuk ngebal. Dikarenakan ia tinggal di dekat pasar, maka ia mencari uang di pasar. Kehidupannya sedikit mulai sedikit berubah ketika ada perluasan Pasar Kebon Dalem (1976), ia sudah menjadi bos barang bekas. Dikarenakan harus bekerja, ia harus meninggalkan sekolahnya selama tiga tahun untuk bertahan mencari uang. Pada tahun 1978, ketika ia sudah memiliki kemampuan, ia melanjutkan kembali sekolah ke STM di YPMII di daerah Pasar Jum at (sekarang sekolah itu sudah tidak ada lagi).
Melihat perkembangan pasar semakin berkembang, ia memiliki pemikiran sejak masih SMP untuk membuat cara bagaimanamendapatkan satu persen dari peredaran uang di Pasar Tenabang. Obsesi Satu Persennya terbuka ketika ada penggusuran eks Markas AURI di Tenabang Bukit. Saat itu, ia kembali berusaha di barang bujuran kiloan. Ia juga sempat menjadi satpam di pertokoan tersebut. Interaksinya dengan lingkungan dan tokoh masyarakat, membuat dia dipercaya sebagai Kamtib LKMD Kelurahan Kampong Bali. Sebelumnya, ia juga menjadi keamanan RW. Sejak tahun 1981, ia sudah berorganisasi karena dia menjadi Ketua Pemuda Panca Marga Kecamatan Tanah Abang. Tahun 1981, ia lulus dari STM.
Mulai tahun 1986, usahanya mulai terlihat maJu, terlebih saat ia fokus pada investasi lingkungan untuk mewujudkan obsesi Satu Persennya dan mendapat kepercayaan dari para pengusaha di Tenabang. Kompleks Ruko Tanah Abang Bukit adalah tempat pertama kali yang dikelola olehnya dari segi keamanan dan lingkungan, kemudian menyusul kompleks ruko di JI. Fachrudin. Pada saat menjelang krisis moneter di tahun 1997, berkaitan dengan pengembangan Pasar Tenabang Blok F, ia membangun kios-kios kecil dipinggir tembok Blok F. Dengan membangun kios-kios kecil ini, ia telah memberi peluang kepada pedagang ekonomi lemah untuk mendapatkan tempat berdagang dengan sistem sewa yang tidak mahal. Ia kemudian dipercaya oleh Perpasarana Tanah Abang untuk menjaga kemanannya. Pada tahun 2000, saat dibangun pertokoan Metro Tanah Abang oleh PT. Rointa, yang juga membangun jembatan took yang menyambung Pasar Regional Tenabang, ia dipercaya menjadi manajer di Pertokoan Metro Tanah Abang. Selain itu, pengembang juga memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengelola keamanan di Metro TanahAbang.
Mengenai karir organisasi dan politiknya, sejak lama ia sudah ikut kegiatan organisasi dan politik. Untuk organisasi, ia aktif di PPM, AMPI, Karang Taruna bahkan turut mendirikan ormas Gerak Betawi dan menjadi Sekretaris Jenderal Bamus Betawi.
Untuk karir politiknya, ia aktif di PPP. Ketika PPP pecah, ia diajak untuk mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan ia terpilih sebagai Ketua Umum DPC PBR Jakarta Barat. Setelah Pemilu 2004, teman-temannya di PPP mengajaknya untuk kembali ke PPP. Gayung pun bersambut. Karir politiknya di PPP semakin bersinar ketika ia menjadi Ketua Umum DPC PPP Jakarta Pusat dan pada Pemilu 2009, ia terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dengan mendapatkan suara terbanyak se-Jakarta dibandingkan kader-kader PPP lainnya. DPRD, ia kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Saat tulisan ini diturunkan, ia menjabat Ketua Umum DPW PPP DKI Jakarta. @rzk
SUMBER : http://www.jakarta.go.id/v2/dbbetawi/detail/35/Abraham-Lunggana-H.-SH

Yusril Ihza Mahendra

 lahir pada tanggal 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Yusril adalah orang asli Belitung, di daerahnya sesuai adat Minangkabau, beliau mendapat gelar sako (pusaka) yaitu Datuk Maharajo Palinduang

Yusril Ihza Mahendra adalah seorang pakar hukum dan tata negara di Indonesia. Ilmu pengetahuan yang beliau dapatkan berkat penempaan belajar sejak masih dini. Di bangku SMP sampai SMA, Yusril aktif dalam banyak kegiatan dan bahkan menjadi ketua OSIS. Pada tingkatan perkuliahan, Yusril mengambil jurusan Ilmu Filsafat Fakultas Sastra dan Hukum Tata Negara UI. Di bangku perkuliahan pula jiwa bersosial Yusril semakin jadi, beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). 

Yusril Ihza Mahendra melanjutkan jenjang pendidikan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar masternya. Kemudian beliau melanjutkan lagi S-3 dalam bisang spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Yusril Ihza Mahendra dikenal sebagai pakar hukum dan tata negara. Ilmu yang beliau dapatkan didedikasikan untuk mengabdi kepada bangsa. Atara lain; Dosen di fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kemudian dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Beliau juga diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Yusril Ihza Mahendra juga aktif di organisasi Internasional seperti di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific bermarkas di Kuala Lumpur. Juga menjadi Vice President dan President Asian-African Legal Consultative Organization, bermarkas di New Delhi.Serta pernah menjadi wakil Indonesia untuk berpidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Hak Asasi Manusia PBB (United Nations) di Jenewa. Dan juga ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.

Dalam bidang politik, Yusril Izha Mahendra pernah menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Juga pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).



Dalam pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah mengisi posisi menteri sebanyak tiga kali, yaitu Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (pada era Gus Dur), Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong (pada era Megawati), dan Menteri Sekretaris Negara (pada era SBY).

Yusril menikah dengan Kessy Sukaesih kemudian bercerai dan kemudian ia menikah lagi dengan seorang wanita keturunan Jepang bernama Rika Tolentino Kato, dari pernikahannya ia dikarunia empat orang anak bernama Yuri, Kenia, Meilan, dan Ali Reza.

Kessy Sukaesih, isteri pertama Yusril



Rika Tolentino Kato, isteri kedua


Hinga saat ini, kiprah Yusril Ihza Mahendra semakin menanjak. Dan beliau menjadi sosok cendekiawan di Indonesia sebagai pakar hukum dan tata negara.

SUMBER : http://www.biografi.id/2014/07/biografi-yusril-ihza-mahendra-pakar.html

Rio Haryanto

Nama Rio Haryanto akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat. Namanya mulai dikenal masyarakat ketika ia berhasil menjuarai beberapa seri di balapan GP2 (Grand Prix Formula 2), namanya kemudian banyak menjadi headline di berbagai media takkala ia masuk sebagai salah satu pembalap di ajag formula 1 yang paling bergengsi. Mengenai profil dan biografi Rio Haryanto sendiri, ia lahir pada tanggal 22 januari 1993 di kota Solo, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Sinyo Haryanto dan ibunya bernama Indah Pennywati. Rio Haryanto diketahui merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara.

Mulai Balapan di Usia 6 tahun
Ayah Rio Haryanto dikenal sebagai mantan pembalap nasional, ia selalu menanamkan sikap disiplin kepada anak-anaknya. Dan ibarat pepatah 'buah jatuh tak jauh dari pohonnya', Rio Haryanto sejak kecil sangat menyukai tantangan seperti ayahnya. Saat berumur 6 tahun, Rio Haryanto sudah mulai mengemudikan gokart dan mengikuti balapan pada tahun 1999 dan prestasinya ia berhasil keluar sebagai juara nasional kelas kadet pada tahun 1999.

Ryo Haryanto berkiprah di dunia balap Gokart dari selama 7 tahun dan berbagai prestasi ia raih dalam dunia balap gokart seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia. Ia juga berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang Asian Karting Open Championship seri 1 di sirkuit Guia, Makau, Cina.

Kemudian pada tahun 2008, Ryo Haryanto kemudian memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Ia mengikuti tiga ajang yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam jang tersebut, ia sempat menjadi yang tercepat di ajang Formula Asia 2.0, berhasil memenangkan dua seri dalam ajang tersebut dan keluar sebagai juara tiga di ajang tersebut.

Pada tahun 2009, ia kemudian mulai mengikuti kompetisi balap di di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Dalam kejuaraan BMW PAsific, Ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.

Target utama Rio Haryanto adalah bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Untuk itu pada tahun 2010, berkat beberapa dukungan sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series. Hasilnya ia berhasil keluar sebagai juara dalam dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runner Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing. Berkat kemenangan Rio Haryanto di GP3 lah lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.

Rio Haryanto Masuk di Ajang GP2 Series
Berkat prestasinya di GP3, Ryo Haryanto kemudian ikut dalam kejuaraan GP Formula 2 pada tahun 2012. Ia bergabung dalam team Carlin GP2 Team.Di tahun itu juga ia pertama kali mencoba mobil balap formula 1 milik team Marussia F1 dalam sebuah uji coba di sirkuit Silrverstone, Inggris. Hal itu juga yang membuat Rio berhasil memenuhi syarat untuk mendapatkan FIA Superlicense yaitu lisensi yang wajib dimiliki untuk pembalap yang ingin berkiprah di ajang Formula 1, ia juga orang pertama asal Indonesia yang berhasil mendapatkannya.

Di tahun 2013, Ia kemudian bergabung dengan team GP2 Addax Team, namun di team tersebut Rio mencatatkan hasil yang kurang bagus sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan, meskipun selama bergabung di team tersebut ia sepmpat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris. Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, Rio Haryanto kemudian pindah ke Team Caterham GP2 pada musim 2014 berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.

Kemudian memasuki tahun 2015, Rio Haryanto kemudian memilih bergabung dengan team Campos Racing. Ia berhasil keluar sebagai runner up di seri GP Formula 2 yang diadakan di Bahrain. Kemudian ia juga berhasil keluar sebagai juara dua dalam balapan yang diadakan di Autria. Hasilnya ia keluar sebagai juara 4 dalam GP2. Prestasi terbut dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk masuk kedalam ajang Formula 1 sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.

Rio Haryanto Menjadi Pembalap Formula 1 
Kemudian memasuki tahun 2016, Rio Haryanto berhasil masuk dalam ajang balapan jet darat paling bergengsi di dunia yaitu Formula 1 dengan bergabung di Team Manor Marussia Racing F1 setelah berhasil memenuhi syarat dengan mempunyai superlicense F1 dan juga memiliki dana sponsor sebesar 15 juta Euro yang berhasil ia himpun dari berbagai sponsor. Hal ini menjadikan Rio Haryanto sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kejuaraan Formula 1 dunia. Di Manor Racing, ia berpasangan dengan pembalap Pascal Wehlein asal Jerman. Rio Haryanto kini tinggal di Singapura sembari kuliah di FTMS Global Singapore di jurusan Bisnis Management.
 BIODATA LENGKAP RIO HARYANTO
  • Nama Lahir: Rio Haryanto
  • Tempat lahir: Solo, Indonesia
  • Tanggal lahir: 22 Januari 1993
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Alamat rumah: Jalan slamet riyadi nomor 358, Solo
  • Agama: Islam
  • Ayah: Sinyo Haryanto
  • Ibu: Indah Pennywati
  • Saudara: Roy Haryanto, Rizky Haryanto, Ryan Haryanto
 PRESTASI RIO HARYANTO
  • 2002 - Juara nasional Go-kart kelas kadet
  • 2005 - Penghargaan IMI sebagai Atlet Gokart Junior Terbaik
  • 2008 - Juara Nasional Go-kart
  • 2008 - Formula Asia 2.0: ke-3, 121 poin
  • 2008 - Formula Renault Asia: ke-6, 160 poin
  • 2009 - Juara Formula BMW Pacific 2009
  • 2010 - GP3 Series: ke-5, 27 poin
  • 2010 - F1 Test, Virgin VR-01
  • 2015 - GP2 Series: ke-5,132 poin.

SUMBER : http://www.biografiku.com/2016/02/biografi-rio-haryanto-pembalap-muda-terbaik-indonesia.htmlhttp://www.biografiku.com/2016/02/biografi-rio-haryanto-pembalap-muda-terbaik-indonesia.html