16 Februari 2026

MENGENAL SRI MULYANI PUTRI LAMPUNG


 Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung, pada 26 Agustus 1962, sebuah kota yang menjadi titik awal perjalanan salah satu teknokrat paling berpengaruh di dunia. Berdasarkan catatan biografi yang dilansir oleh Kompas.com, meskipun lahir di Lampung, beliau melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia sebelum akhirnya meraih gelar Ph.D. di bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Karier internasionalnya mulai menanjak tajam saat beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara pada periode 2002 hingga 2004. Pencapaian besar ini kemudian membawanya pulang ke tanah air untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di mana beliau dikenal sangat tegas dalam melakukan reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Keuangan.

Menurut laporan dari Tempo.co, reputasi cemerlang Sri Mulyani diakui secara global ketika beliau memutuskan untuk meninggalkan kursi menteri pada tahun 2010 demi menerima posisi sebagai Direktur Pelaksana (Managing Director) Bank Dunia, menjadikannya orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan setinggi itu di lembaga keuangan internasional tersebut. Setelah enam tahun berkarier di Washington D.C., beliau kembali dipanggil oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 untuk membenahi ekonomi nasional. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil melewati berbagai guncangan ekonomi, termasuk masa sulit pandemi COVID-19. Keberhasilannya dalam menjaga stabilitas fiskal negara membuatnya dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Dunia pada ajang World Government Summit di Dubai pada tahun 2018.
Kini, memasuki awal tahun 2026, berdasarkan liputan terkini dari CNBC Indonesia, Sri Mulyani masih terus memegang peran krusial dalam pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto. Beliau kembali dipercaya mengelola keuangan negara untuk memastikan keberlanjutan transisi ekonomi dan pembangunan nasional. Namanya pun konsisten bertengger dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes selama bertahun-tahun. Dengan rekam jejak yang membentang dari Lampung hingga ke pusat keuangan dunia, Sri Mulyani bukan hanya sekadar pejabat publik, melainkan simbol integritas dan profesionalisme yang diakui oleh komunitas internasional hingga saat ini.
Sumber Foto : Kementerian Keuangan Republik Indonesia (kemenkeu.go.id) / Biro Komunikasi dan Layanan Informasi.

2 Februari 2026

SENTUL 2 FEBRUARI 2026
















 

SUMBER :

KEMENTRIAN SEKRETERIAT NEGARA


Presiden Prabowo: Pengentasan Kemiskinan dan Penanganan Sampah Nasional Butuh Persatuan dan Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026).
Presiden juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan sehingga hal tersebut harus dihadapi secara jujur dan bersama-sama. Kepala Negara menggugah para pemimpin di semua tingkat untuk membulatkan tekad dalam membenahi diri serta lingkungan guna menjaga dan mengelola kekayaan alam demi sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Selain pengentasan kemiskinan, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara terintegrasi melalui rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah). Presiden memaparkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028, sehingga pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini sebagai langkah nyata mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan.
Dalam upaya memperindah lingkungan permukiman, Presiden Prabowo turut memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” untuk mengganti penggunaan atap seng yang dinilai panas dan kurang estetis. Presiden berharap dalam beberapa tahun ke depan, pemandangan karat tidak lagi terlihat sebagai lambang kebangkitan Indonesia yang kuat, indah, dan rakyat yang bahagia.
Sumber: BPMI Setpres